Babes Diklat Kesos Regional III Yogyakarta, Selenggarakan 4 Diklat Aparatur

Awal Tahun 2018, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesos Reg. III Yogyakarta menyelenggarakan 4 Diklat Aparatur, yakni :

  1. Manajemen Pembangunan Kesos Bagi Administrator ( 6 s.d 12 Februari 2018)
  2. Manajemen Pembangunan Kesos Bagi Supervisor ( 6 s.d 15 Februari 2018)
  3. Sertifikasi Keahlian Dasar Jabatan Fungsional Penyuluh Sosial (6 s.d 28 Februari 2018)
  4. Pelatihan Dasar Pekerjaan Sosial ( 6 s.d 20 Februari 2018)

Kegiatan Diklat dilaksanakan di dua kampus Babes Diklat Kesos Yogyakarta yakni Kampus 1 Purwomartani dan Kampus 2 di JL. Veteran Yogyakarta. Keempat Diklat dibuka secara resmi pada hari Kami, 8 Februari 2018 oleh Kepala Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial Dr. Harry Z Soeratin di Aula Babes Diklat Kesos Purwomartani Kalasan Sleman.

Dalam Pembukaan Diklat, Kepala Babes Diklat Kesos, Drs. Sugiyanto MSi menjelaskan, bahwa Pelaksanaan Program-program Pembangunan Kesos Pemerintah haruslah didukung oleh ketersediaan SDM Kesos yang berpengetahuan, berketrampilan dan profesional. “ Pengembangan Kualitas SDM Kesos yang profesional perlu ditingkatkan baik secara formal maupun non formal seperti Pelatihan Struktural, Teknis dan Fungsional.”

Kepala Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial, Dr. Harry Z Soeratin memberikah arahan pada pembukaan Diklat di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Yogyakarta, 8 Februari 2018.

Kementerian Sosial  sebagai salah satu pihak yang berkewajiban dan bertanggung jawab dalam upaya peningkatan kualitas SDM Kesos, melalui Babes Diklat Kesos Regional III Yogyakarta menyelengarakan Diklat bagi Aparatur dari Dinas Sosial di wilayah kerja Regional III yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, NTT, NTB dan dari UPT Kemensos sendiri.

Dalam sambutannya, Kabadiklit Pensos mengharapkan segenap Aparatur yang bertugas di Dinas Sosial seluruh Indonesia dan UPT Kemensos untuk lebih menekankan pada Penguatan data dan Informasi. “ Aparatur Dinas Sosial adalah Garda terdepan bagi Kementerian Sosial yang mendudkung tersedianya Data yang terkini dan akurat di lapangan.” Tegas Kabadan. Beliau meminta seluruh Petugas di Dinas Sosial untuk mengecek kembali data data Penerima Manfaat Program Program Kementerian Sosial.    

Penyematan Peserta secara simbolis, Kabadan berbincang bincang dengan peserta Diklat

Menurutnya, belum semua data masuk ke Pusat, oleh karena itu diperlukan sinergi antara Aparatur di Dinas Sosial dengan para Pendamping Sosial di lapangan. Pendamping Sosial merupakan kepanjangan tangan dari Pusat yang harus terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Kabadan juga menghimbau Dinas Sosial untuk ikut mengawasi, memverifikasi dan memastikan validasi data Penerima Manfaat agar benar benar tepat sasaran.

“Semua pihak marilah bahu membahu, saling berkomunikasi, demi efektifitas program program Pengentasan kemiskinan” Kembali Kabadan mengingatkan. Sesuai Pancasila sila ke 2 Kemanusiaan yang adil dan beradab dan sila ke 5 Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia , program program pemerintah bermuara pada sosial interprenuership. Jiwa Kewirausahaan dan jiwa kemandirian sehingga para Penerima Manfaat dapat keluar dari Belenggu Kemiskinan.

Kabadiklit Pensos dan Kabalai Diklat Kesos Yogya ditengah tengah peserta diklat Apaatur di BBPPKS Yogyakarta. [Anis Rahmawati]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *