FDS Era Baru Kehidupan KSM

Salah satu komitmen penting pemerintah Indonesia adalah menurunkan angka kemiskinan secara signifikan. Komitmen ini selaras dengan komitmen bangsa-bangsa di dunia melalui pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium yang dikenal dengan Millennium Development Goals atau MDGs tahun 2015. Dalam rangka itulah PKH sebagai suatu program yang pro poor harus memberi kontribusi yang tinggi dalam mencapai target-target MDGs.

PKH yang diluncurkan sejak tahun 2007 adalah bantuan tunai bersyarat sebagai upaya pelembagaan mekanisme perlindungan dan jaminan sosial bagi Keluarga Sangat Miskin (KSM). Program ini patut dibanggakan dan didukung karena mengupayakan perubahan perilaku yang lebih baik melalui pemberian bantuan dengan syarat-syarat tertentu dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Sampai saat ini program ini terus dikembangkan ke daerah-daerah lain sehingga Kementerian Sosial terus melaksanakan rekrutmen pendamping sampai tahun 2014. Hal ini dikarenakan Program ini cukup berhasil menurunkan angka kemiskinan di Indonesia.

 

Bahwasanya Program PKH yang di gulirkan pada tahun 2007 pada tahun ini akan memasuki tahap terakhir yaitu proses resertifikasi untuk menentukan fase pendampingan kepada KSM. Untuk melakukan resertifikasi, pelaksana program akan mendatangi peserta PKH dengan melihat secara langsung kondisi mereka dan mengajukan pertanyaan seperti pada saat registrasi awal, antara lain informasi dasar kepesertaan (nama, alamat, umur dan jenis kelamin), kondisi ekonomi peserta (pekerjaan saat ini, tempat bekerja dan penghasilan yang diterima), status pendidikan anggota keluarga (orangtua dan anak-anak), kondisi tempat tinggal dan sebagainya. Data yang diperoleh dari hasil resertifikasi akan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan keberlanjutan kepesertaan dalam PKH.

 

Data-data tersebut akan dijadikan dasar dalam menentukan dua fase bagi KSM yaitu apakah masuk pada fase graduasi atau fase transisis. Fase transisis dimana KSM sudah lepas dari masalah kemiskinan dan sudah dinyatakan nilai hidupnya sudah dikategorikan keluarga yang mampu sehingga KSM tersebut akan dihentikan bantuannya dan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan.

 

Sedangkan untuk yang masuk pada fase graduasi dimana KSM masih pada tahap pembentukan keluarga yang akan keluar dari lingkaran kemiskinan. Sehingga pada KSM ini akan dihubungkan dengan program Family Development Session (FDS) yang nantinya akan diharapkan untuk dapat mengubah pola pikir KSM untuk bisa menjalani kehidupan keluarga yang sederhana dan mapan tanpa ada lagi bantuan PKH.

 

Konsep FDS ini akan menjadi program baru Kementerian Sosial yang bekerja sama dengan World Bank dan Unicef untuk memberikan pelatihan kepada KSM melalui pendamping nya agar KSM tersebut mengerti tentang pola hidup yang sederhanan dan mapan. KSM akan memngimplementasikan materi-materi FDS tersebut dalam kehidupan sehari hari sehingga masalah-masalah sosial yang membelitnya bisa teratasi dan dapat menjalani pola hidup yang terus maju untuk terlepas dari angka kemiskinan.

 

Family Development Session merupakan program pengembangan dari PKH yang nantinya diharapkan dapat membantu pendamping PKH untuk meningkat pola hidup keluarga yang miskin menjadi keluarga yang mampan. Kementerian Sosial sudah bekerjasama dengan dua lembaga internasional yaitu World Bank dan Unicef untuk menyusun modul pelatihan. Berbagai analisis dan telaah dilapangan maka kedua lembaga internasioanal tersebut telah membagi menjadi 4 modul yaitu:

 

1. Modul Pengasuhan Anak: Modul ini berisikan materi pengasuhan anak secara sederhana dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan standar pengasuhan anak. Pada modul ini KSM akan diberikan materi bagaimana cara mengasuh anak yang benar agar nantinya anaknya dapat berkembang dengan baik dan bisa berprestasi. Pemberian modul ini dikarenakan banyak ditemukan dilapangan bahwa keluarga KSM masih lalai dalam menerapkan pengasuhan anak. Akibatnya banyak anak-anak KSM yang mendapatkan bantuan PKH mengalami salah pola asuh yang menimbulkan anak-anak menjadi agresif, kurang perhatian, suka berbuat kekerasan dan juga terganggu prestasi belajarnya di sekolah. Padahal fokus bantuan PKH adalah anak sebagai aset yang berharga bagi KSM untuk melepaskan diri dari belenggu kemiskinan.

 

Pada Modul Pengasuhan Anak ini dibagi menjadi 4 bagian sesi materi yang akan disampaikan ke KSM. Pertama, menjadi orang tua yang lebih baik dimana KSM akan diberikan pengetahuan 7 langkah menjadi orang tua yang lebih baik. Kedua, Memahami perilaku anak, pada sesi ini KSM akan di beri materi tentang pemahaman perilaku anak baik dan buruk yang mana untuk perilaku baik anak KSM akan di berikan treatment tentang bagaiman memuji anak dan untuk perilaku buruk anak KSM di ajarkan tentang mencegah perilaku buruk anak tanpa kekerasan. Ketiga, Memahami cara anak usia dini belajar, Pada sesi ini KSM diberikan pengetahuan manfaat permainan dan bagaimana bermain sesuai dengan tahapan usia anak, serta cara menggabungkan permainan ke dalam rutinitas harian. Pengetahuan ini akan membantu KSM untuk meningkat kemampuan psikomotorik anak nya serta kecerdasannya. Keempat, Sesi Membantu anak sukses di Sekolah, pada sesi ini KSM akan diberikan materi tentang cara-cara pengasuhan anak yang benar agar anak mau belajar dan bersekolah.

 

2. Modul Pengelolaan Keuangan dan Perencanaan Usaha: Modul ini berisikan materi tentang pengelolaan keuangan rumah tangga yang baik dan juga berisikan materi bagaiamana merencanakan usaha yang bisa menjadi pendapatan pokok KSM. Modul ini akan menjadi cikal bakal berdirinya KUBE PKH yang sudah mulai di luncurkan pada tahun 2012. Pada modul ini KSM akan mengetahui tata kelola keuangan serta tata rencana untuk melaksanakan usaha.

 

Pada modul Pengelolaan Keuangan dan Perencanaan Usaha ada tiga sesi yang diajarkan. Ketiga sesi ini adalah masalah-masalah yang selalu dihadapi oleh ibu-ibu KSM dalam bidang pengelolaan keuangan rumah tangganya. Maka dari itu ketiga sesi ini dimaksudkan agar KSM mampu mengendalikan keuangan keluarganya, kemudian mau menabung dan hasilnya mamu membuka usaha secara mandiri sebagai tambahan pendapatan bagi KSM. Yang diharapkan dari amteri ini lambat laun perekonomian KSM akan meningkat dari hari kehari. Ketiga sesi pada modul ini diantaranya,

 

Pertama, Sesi Pengelolaan keuangan keluarga, pada sesi ini KSM akan diajarkan bagaimana mengatur keuangan pendapatan dan pengeluaran yang seimbang dengan cara mampu memisahkan antara kebutuhan dan keinginan. KSM akan juga diberikan pengetahuan untuk menyusun angrana rumah tangga yang seimbang dengan model manajemen amplop dan juga siklus kas.

 

Kedua, sesi Pintar meminjam dan menabung, pada sesi ini KSM akan diberikan materi untuk cermat meminjam dan meminjam untuk kebutuhan bukan untuk keinginan. Disamping itu KSM juga dimotivasi untuk mau merencanakan tabungan untuk kebutuhan masa depannya.

 

Materi ini merupakan materi motivasi KSM agar mau menabung untuk masa depannya. Ketiga, Sesi membuka usaha, pada sesi ini KSM mulai diajarkan dan dikenalkan untuk membangun usaha mandiri. Disini KSM didorong mau untuk menentukan ide usaha dengan benar dan tidan merugikan bagi perekonomian KSM. Dengan pola usaha yang benar maka diharapkan KSM akan dapat membuka jalan rezeki yang sesuai dengan kebutuhan daerahnya dan kemampuanya dan mampu menjadi sumber pendapatan lainya.

 

3. Modul Gizi dan Kesehatan : Pada modul ini KSM akan diberikan materi tentang pola hidup asupan gizi yang baik. Modul ini diharapkan KSM akan mengetahui pola asupan gizi yang baik untuk mendukung proses pelaksanaan fase transisis KSM. Filosofi model kesehatan ini bahwa dengan anak yang sehat akan membawa si anak tersebut sukses baik di pendidikan maupun mampu bersosialisasi dengan baik. Modul ini membawa pesan materi 8 sesi diantaranya tentang 1000 hari kehidupan pertama, pengetahuan kehamilan dan nifas, Air Susu Ibu, Pola Hidup Bersih dan Sehat, dan Kesakitan pada Anak. Dengan materi ini KSM akan memahami tentang perilaku-perilaku sehat yang mana itu hanya untuk kalangan ekonomi atas akan tetapi bisa digunakan oleh KSM. Jadi sehat itu bisa dinikmati oleh KSM.

 

4. Modul Perlindungan Anak: Pada modul ini KSM akan diberikan pengetahuan tentang pengetahuan tentang larangan atau pencegahan kekerasan kepada anak, penelantaran kepada anak, dan eksploitasi anak. Ateri ini disampaikan karena masih banyak KSM yang melakukan tindakan-tindakan tersebut dengan alasan untuk membantu perekonomian keluarganya.

 

Padahal tindakan tersebut jelas melanggar Undang-undang perlindungan anak serta dapat mengganggu perkembangan anak dan anak akan kehilangan hak-hak dasarnya yang nantinya menimbulkan kegagalan dalam pendidikan dan masa depanya. Apabila hal ini tetap dilakukan maka akan menimbulkan rantai kemiskinan pada KSM. Oleh karena itu modul ini diberikan ke KSM agar mau merubah sikapnya terhadap anak-anaknya. Dengan pengetahuan ini pula KSM akan bisa melalkukan kontrol dalam memperlakukan anak sesuai porsi haknya.

 

Dengan program ini, sumberdaya manusia kita akan berkembang karena Ibu-ibu akan mengandung bayi yang sehat, dapat melahirkan dengan selamat. Balita mendapat imunisasi yang lengkap. Sehingga angka kematian Ibu dan anak akan turun dengan signifikan. Demikian juga tingkat drop-out akan menurun dan pastisipasi sekolah anak akan naik. Semua itu akan bermuara pada meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia Indonesia di masa depan.

 

Disisi lain KSM juga akan memiliki pengetahuan model pengasuhan anak yang standar sehingga dapat meningkatkan prestasi anak. KSM juga akan memiliki pengetahuan tata pengaturan keuangan yang baik sehingga pendapatan maupun bantuan yang diberikan dapat digunakan sesuai kebutuhan. Dengan demikian tata keuangan keluarga yang baik inilah maka KSM dapat merencanakan suatu usaha yang akan menjadi tumpuan perekonomian keluarganya.

 

Dengan berbagai materi modul yag didapatkan inilah maka akan menjadi Gerbang Era Baru bagi KSM untuk bisa lepas dari jeratan kemiskinan. Dengan program FDS PKH ini maka para KSM akan memiliki pola pikir kehidupan baru yang nantinya akan meningkatkan taraf hidup KSM. Ini tugas berat bagi para pendamping PKH untuk memotivasi dan mendorong KSM agar mau mengubah pola hidupnya untuk sesusia dengan pola asuh, pola ekonomi, pola hidup sehat, dan pola perlakukan kepada keluarga.

 

Achmad Buchory, S.Sos, Widyaiswara Pertama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *