PERMASLAHAN PMKS BEGITU KOMPLEK

Memang untuk memaksakan menulis sebuah artikel tidaklah mudah, apalagi diburu waktu. Banyak pengalaman yang membuktikan, para penulis pernah mengaku sulit mencurahkan tulisannya, walaupun satu paragraf. Padahal buku dan informasi cara menulis itu mudah di belantara maya dan buku begitu melimpah, tapi tetap juga menulis itu susah. 

Nah berikut ini beberapa tulisan Peserta Diklat Sertifikasi Peksos Muda yang belajar menulis, tapi tidak layak naik cetak yang dikirim ke Majalah Empati. Namun ada beberapa point paragraf yang perlu di ungkapkan sehingga menjadi sebuah pendapat. Semua tulisan itu disadur layaknya sebuah WhatsApp yang panjang.

 

MANGU MATHEUS, PANTI SOSIAL MARSUDI PUTRA “PARAMITA” MATARAMSebaik apapun dari suatu perencanaan kegiatan bila tidak didukung oleh seluruh komponen didalamnya, akan menghasilkan keluaran yang kurang maksimal. Untuk itu perlu adanya revitalisasi dari seluruh perangkat yang ada. Maka perlu sosialisasi dan informasi dari seluruh peraturan dan perundang-undangan tentang Anak Nakal dan Korban Tindakan Kekerasan Seksual sebagai acuhan hasil kesepakatan pemahaman bersamaModernisasi peralatan yang digunakan sebagai bahan kegiatan keterampilan oleh Anak Nakal dan Korban Tindak Kekerasan Seksual di PSMP Paramita agar sesuai dengan perkembangan.

 

TATIK MARYATUN,S.PD, EKSPLOITASI SEKSUAL KOMERSIAL (ESK)Kenapa masalah ESK ? Karena kebanyakan yang menjadi korban disini adalah anak dibawah umur. Anak-anak sangat rentan terhadap perlakuan salah dan eksploitasi. Sistem perlindungan yang diselenggarakan pemerintah masih lemah, dan organisasi anak yang banyak bersentuhan dengan anak masih rendah pemahaman akan anak terkait dengan perlindungan.Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang cenderung meningkat , kondisi ESK saat ini sangat menghawatirkan, keberadaannyapun ada di berbagai tempat, terutama wilayah Pariwisata di Indonesia.Kondisi ESK di lingkungan Pariwisata sangatlah memprihatinkan, dan rata-rata anak masih dibawah umur.

 

Sekitar 40.000 s/d 70.000 pekerja seksual komersial adalah anak dibawah umur. Ini mengindikasikan bahwa kehidupan anak di Indonesia sangat rentan terhadap ESK, Apalagi anak-anak yang hidup dilingkungan keluarga miskin, anak terlantar, buruh anak, anak jalanan maupun korban kekerasan.ESK merupakan tindakan pemanfaatan fisik, seksual dan/atau kemampuan diri sendiri oleh pihak lain yang dilakukan atau sekurang-kurangnya dengan cara sewenang-wenang atau penipuan yang dilakukan untuk mendapat keuntungan baik material maupun non material . ESK yang dilakukan oleh fihak-fihak yang berkepentingan dan lebih banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat. Caranya dengan memanfaatkan, menipu maupun tindakan sewenang-wenang demi mendapatkan keuntungan pribadi, baik berupa material maupun non material tanpa mempedulikan dampak bagi korban. Tindakan Eksploitasi Seksual Komersial akan berdampak pada perkembangan mental maupun psiko-sosial bagi kelangsungan hidup anak dimasa depan bagi diri korban, dan akan menanamkan image yang buruk bagi korban dalam kehidupan dimasyarakat.

 

SRI PURWANTINI, S.SOS INFOTEH BAGI PENYANDANG DISABILITAS NETRASeiring dengan perkembangan masyarakat yang semakin maju, eksistensi penyandang disabilitas di dalam kehidupan tidaklah berjalan lancar sebagaimana mestinya individu yang normal. Kendala yang dialami dapat berasal dari dalam dirinya maupun dari luar( lingkungan ). Suharto, Koordinator Sasaran Integrasi dan Advokasi Difabel ( JawaPos, 24 Januari 2006 ) mengungkapkan bahwa pada intinya ia tidak menginginkan adanya diskriminasi terhadap difabel / disabilitas. Menurutnya keberadaan kaum difabel selama ini masih diabaikan. Hal ini terbukti seperti ketika tidak mendapatkan perlakuan yang sama saat mendaftar kuliah atau mendaftar pekerjaan.

 

Aksesbilitas yang diharapkan oleh penyandang disabilitas tidak hanya secara fisik saja, tetapi juga penerimaan dari masyarakat. sehingga penyandang disabilitas akan dapat melakukan mobilitas dalam menjalani kehidupan di masyarakat.Untuk mencegah adanya perlakuan diskriminatif, diperlukan secara serius dan kesungguhan dari berbagai pihak yang terkait. Kesejahteraan penyandang disabilitas harus diperhatikan dan ditingkatkan karena mereka merupakan sumberdaya manusia yang masih memiliki potensi untuk dapat dikembangkan atau diberdayakan untuk memenuhi kebutuhannya.

 

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial pada Bab I pasal 1 ( ayat 10 ) disebutkan bahwa Pemberdayaan sosial adalah semua upaya yang diarahkan untuk menjadikan warga Negara yang mengalami masalah social mempunyai daya, sehingga mampu memenuhi kebutuhan dasarnya.Berdasarkan kenyataan tersebut pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas netra sangat penting memberdayakan diri mendalami ilmu pengetahuan, penguasaan informasi dan tehnologi. Komputer dan HandPhone telah menjadi kebutuhan pokok manusia dan sangat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan perkantoran, pendidikan. Maka mengakses informasi agar mampu bersaing dengan warga masyarakat tidak boleh dipandang sebelah mata lagi, agar diakui keberadaannya sama dengan orang yang normal.

 

TRIHANDAYANI, SH PENINGKATAN PELAYANAN KESOS LANJUT USIADalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia di arahkan agar tetap dapat diberdayakan sehingga berperan dalam kegiatan pembangunan dengan memperhatikan fungsi kearifan, pengetahuan, keahlian, ketrampilan, pengalaman usia dan kondisi fisiknya, serta terselenggaranya pemeliharaan taraf hidupnya. Pelayanan di berikan agar terpenuhinya kebutuhan hidup sehingga tidak terlantar dan dapat menikmati hari tuanya dengan diliputi rasa aman, tentram lahir batin. Ini untuk mencegah meluasnya permasalahan sosial lanjut usia dan menciptakan kondisi sosial agar memiliki rasa percaya diri, harga diri sehingga mampu melaksanakan fungsi sosialnya. Perlu pula melaksanakan program bimbingan sosial, agar terwujud pola hidup yang terampil, mandiri dan juga mampu meningkatkan peran serta keluarga dan masyarakat.

 

SRI WARDANI, DISABILITAS DAKSA DALAM LAYANAN KEDARURATANSalah satu penanganan yang dapat dilakukan dalam pemberdayaan penyandang disabilitas daksa adalah melalui program rehabilitasi sosial dalam layanan kedaruratan. Adapun pengertian dari pemberdayaan penyandang disabilitas daksa adalah suatu upaya untuk mengembangkan potensi yang masih dimiliki dengan memberikan motivasi untuk dapat bangkit semangatnya kembali dalam menjalani kehidupan dimasyarakat (GinanjarKartasasmita 1996)Pemberdayaan penyandang disabilitas daksa melalui program rehabilitasi sosial dalam layanan kedaruratan dimaksudkan untuk memperluas jangkauan pelayanan bagi penyandang disabilitas daksa yang dalam penanganannya dibutuhkan partisipasi dari masyarakat.Sedangkan tujuannya adalah terwujudnya kemandirian penyandang disabilitas daksa dengan memanfaatkan potensi yang ada pada penyandang itu sendiri dan sumber yang ada dimasyarakatPemberdayaan diharapkan dapat menjawab penanganan penyandang disabilitas daksa untuk pendapatkan haknya sehingga mampu menghidupi diri sendiri dan keluarga dan tidak tergantung pada orang lain dan mampu menjalankan fungsi sosial di masyarakat.

 

ERNANDATI, S.PD PELAYANAN REHABSOS DI DESA NGAWEN JATINOM Program Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Berbasis Keluarga (PRSBK).memungkinkan keluarga dan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam perannya sebagai penerima manfaat. Pelayanan tersebut adalah serangkaian kegiatan atau aktifitas sebagai upaya meningkatkan kemampuan, baik dari aspek fisik, mental psikososial dan keterampilan bagi penyandang masalah disabilitas daksa dalam lingkungan keluarga, yang dilakukan melalui peranaktif keluarga dan lingkungan sosialnya. Salah satu progra yaitu Konseling Keluarga dan Pemberian Motivasi. Konseling keluarga diberikan terhadap keluarga yang mengalami permasalahan dengan keberadaan penyandang disabilitas daksa dalam keluarga. Berdasarkan hasil observasi di lapangan, pelaksanaan program sangatlah diperlukan sebagai upaya perluasan jangkauan pelayanan sehingga diharapkan penyandang disabilitas yang tidak memenuhi persyaratan untuk dilayani di BBRSBD “Prof. Dr. Soeharso” Surakarta dapat kesempatan untuk mendapatkan pelayanan dengan program pelayanan tersebut.

 

SRI SETYANI, SE EKS PSIKOTIK di UNIT REHABSOS “ESTI TOMO” WONOGIRIBerdasarkan Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, Pasal 25 berbunyi Upaya Rehabilitasi Kesehatan Jiwa merupakan kegiatan dan serangkaian kegiatan Pelayanan Kesehatan Jiwa yang ditujukan untuk : a, Mencegah dan mengendalikan b, Disabilitas;Memulihkan fungsi sosial;c, Memulihkan fungsi okupasional Mempersiapkan dan d, Memberikan kemampuan ODGJ agar mandiri di masyarakat.Penyandang gangguan jiwa / Eks Psikotik perlu penanganan khusus dan untuk menentukan tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan program RehabilitasiSosial, diharapkan indicator perubahan sikap dan perilaku klien dalam melaksanakan fungsisosialnya secara wajar.

 

Drs. Anwar Rosyid, Pranata Humas Muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *